Tantangan KAI dalam Meningkatkan Layanan Transportasi Urban
RRI.CO.ID, Bandung - KAI Group saat ini berperan sebagai pilar utama konektivitas nasional dan agent of development dengan menyediakan layanan transportasi berbasis rel yang aman, tepat waktu, dan andal. Pada 2025, KAI Group melayani ratusan juta penumpang melalui integrasi KRL, LRT, Whoosh, dan KA Jarak Jauh, sekaligus mendukung logistik nasional dengan mengangkut puluhan juta ton barang.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, Selasa 17 Februari 2026 mengatakan, tantangan utama yang dihadapi KAI adalah pertumbuhan penumpang yang terus meningkat setiap tahun. Yaitu kebutuhan ruang intermoda di stasiun padat, serta pemetaan sebaran arus penumpang secara lebih presisi agar layanan tetap optimal.
Data operasional menunjukkan kepadatan tinggi di sejumlah stasiun. Seperti Stasiun Tanah Abang sekitar 250 ribu penumpang per hari, Stasiun Manggarai 180 ribu, serta kawasan Stasiun Sudirman mendekati 280 ribu penumpang setiap hari juga.
Lebih lanjut dia mengatakan pengembangan jaringan komuter juga membawa dampak sosial ekonomi yakni mendorong pertumbuhan hunian di kawasan penyangga, meningkatkan produktivitas karena perjalanan lebih terjadwal. Serta memberi masyarakat lebih banyak waktu bersama keluarga setiap hari.
Ke depan, fokus KAI mencakup peningkatan keselamatan, penguatan ketepatan waktu operasi hingga mendekati 99 persen. Serta peningkatan pelayanan mulai tahap sebelum perjalanan, selama perjalanan, hingga setelah perjalanan penumpang.
"Masalah keselamatan tidak boleh ditoleransi sama sekali. Jadi, bagaimana kita menjaga level keselamatan ini, bukan hanya yang ada di dalam kereta, tapi juga ada di lingkungannya," tegas Bobby.
Dalam visi jangka panjang, KAI menargetkan mampu melayani hingga 15 sampai 20 juta perjalanan harian. Dengan begitu sehingga kemacetan berkurang, emisi menurun, dan kualitas hidup masyarakat meningkat secara signifikan di masa depan.




