TNI AU Bangun Satuan Radar di Banjarbaru untuk Perkuat Pertahanan Udara
Banjarbaruklik – TNI Angkatan Udara (AU) resmi memulai pembangunan Satuan Radar (Satrad) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI M Tonny Harjono, secara simbolis meletakkan batu pertama pada acara groundbreaking di Jalan Radar Indah, Kelurahan Loktabat Selatan.
Marsekal Tonny Harjono menyatakan bahwa pembangunan Satrad Banjarbaru adalah bagian dari modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU.
Program ini mencakup pengadaan 25 radar baru, dengan 13 unit dipasang di lokasi baru dan 12 unit menggantikan radar yang sudah ada.
“Radar ini adalah salah satu upaya kami dalam memperkuat sistem pertahanan udara nasional. Dengan keberadaan radar baru ini, semua wilayah Indonesia nantinya akan terpantau tanpa blank spot,” ujar Tonny.
Satrad Banjarbaru yang dibangun oleh PT LEN menggunakan teknologi radar buatan Thales dari Prancis, di mana sebagian komponennya sudah diproduksi di Indonesia.
Radar ini memiliki jangkauan hingga 515 kilometer dan akan berperan penting dalam mengamankan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 2, termasuk wilayah selatan Kalimantan dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Proyek ini mencakup tiga lokasi pembangunan:
Ring 1 dan Ring 2: Tempat radar utama, pos jaga, perkantoran, dan fasilitas pendukung lainnya.
Ring 3: Perumahan untuk kru operasional dan pengamanan, yang akan dibangun di dekat Lanud Sjamsudin Noor.
Target Operasional 2026
Untuk mendukung operasional radar, fasilitas seperti mess bagi kru radar dan personel pengamanan juga akan dibangun. Tonny optimistis bahwa Satrad Banjarbaru akan mulai beroperasi pada awal 2026, memberikan kontribusi signifikan bagi sistem pertahanan udara nasional.
“Dengan radar ini, jalur strategis seperti ALKI dan wilayah penting lainnya akan terpantau dengan baik. Ini adalah langkah nyata untuk memastikan keamanan kedaulatan udara Indonesia,” pungkas Tonny.
Proyek ini menjadi bagian dari komitmen TNI AU dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah udara Indonesia, serta mendukung modernisasi pertahanan nasional di era global yang semakin kompleks.




