Tren Desain Interior 2026: Material Besar dan Estetika Seamless
Sumber Foto: VOI.id
Lifestyle

Tren Desain Interior 2026: Material Besar dan Estetika Seamless

Radar News - JAKARTA - Perkembangan desain interior dan arsitektur perumahan beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan yang jelas. Ruang tidak lagi sekedar indah dipandang, tetapi juga harus fungsional, aman, dan relevan dengan gaya hidup masa kini.

Salah satu tren yang menonjol adalah penggunaan material berukuran besar untuk menciptakan tampilan seamles, yakni minimal garis nat, bersih, dan memberi kesan luas.

Tren ini tercermin dalam peluncuran seri Xtra 100x100 cm oleh ROMAN. Mengusung tema "Living Legacy ", peluncuran ini tidak hanya memperkenalkan produk baru, tetapi juga mempertegas arah desain permukaan bangunan yang mengedepankan kesinambungan antara estetika dan fungsi.

Dalam desain kontemporer, ukuran material memegang peranan penting. Granit berukuran 100x100 cm menghadirkan garis nat yang lebih minim dibandingkan ukuran standar, sehingga tampilan ruang terasa lebih bersih, rapi, dan luas.

“Peluncuran Xtra 100x100 cm menjadi langkah strategi ROMAN untuk semakin memperkuat posisi di pasar granit premium, sekaligus menjawab kebutuhan tren desain interior dan arsitektur masa kini yang mengutamakan tampilan seamless agar terlihat lebih luas, rapi, dan meminimalkan garis sambungan,” kata Willie Low, pimpinan ROMAN & QUADRA di Shangri-La Hotel Jakarta pada Jumat, 13 Februari 2026.

Sebelumnya lini Xtra telah hadir dalam ukuran 80x80 cm dan 120x60 cm. Penambahan format 100x100 cm memperluas opsi bagi arsitek dan desainer interior dalam mengolah proporsi ruang, baik perumahan pribadi maupun ruang komersial.

Selain ukuran, inovasi tekstur dan efek visual menjadi bagian dari evolusi desain material. Pada koleksi terbaru ini, diperkenalkan tiga efek khusus.

Diamond Effect yang menghadirkan kilau pada bagian tertentu saat terkena cahaya, seperti pada koleksi dNocturna bermotif marmer hitam berurat putih.

Gloss on Matt menghadirkan permukaan matt dengan urat mengilap, seperti terlihat pada dFalacer bernuansa batu alam abu-abu.

Baby Skin , permukaan matt yang terasa lembut saat disentuh, diaplikasikan pada koleksi dVesta.

Pendekatan ini menunjukkan tren dekorasi saat ini tidak lagi sekadar soal tampilan visual. Kini, sentuhan dan tekstur juga menjadi perhatian, bagaimana suatu permukaan terasa saat disentuh dan digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Dalam praktiknya, material berukuran besar kini semakin fleksibel.

“Untuk pengaplikasiannya, material ini sangat fleksibel, bisa digunakan di lantai, dinding, bahkan untuk meja dengan ukuran tertentu tanpa kendala,” kata Willie Low.

Untuk kebutuhan bidang yang lebih luas tanpa sambungan, misalnya fasad tinggi atau meja besar, digunakan lempengan sintered stone dari QUADRA berukuran hingga 320x160 cm. Ukuran besar ini memungkinkan tampilan utuh tanpa garis tengah, yang semakin diminati dalam desain masa kini.

Dari sisi pasar, penggunaannya tidak terbatas di rumah. Material serupa telah diaplikasikan di perkantoran, bank, sekolah, restoran, hingga rumah sakit. Hal ini menunjukkan tren estetika yang mulus telah merambah berbagai sektor.

Tren estetika tidak dapat diabaikan dari aspek keselamatan, terutama dalam perumahan dengan anak-anak. Pemilihan finishing menjadi faktor penting. Willie Low menekankan pentingnya keseimbangan antara estetika dan keamanan.

“Kalau memang ada anak kecil, mungkin pilih yang matte, jangan yang dipoles. Matte lebih kasar, jadi tidak begitu mudah terpeleset,” ucap Willie.

Untuk area dengan risiko tinggi seperti tepi kolam renang, tersedia klasifikasi teknis seperti R11 atau R12 yang memiliki tingkat kekasaran lebih tinggi. Artinya konsumen memiliki pilihan sesuai kebutuhan, apakah mengutamakan tampilan kilap elegan atau keamanan optimal.

Dalam industri pelapis permukaan, perbedaannya tidak hanya terletak pada ukuran, tetapi juga metode produksi. Produk granit pada umumnya menggunakan sistem press tradisional, sementara batu sinter lempengan diproduksi dengan mesin press kontinu yang memungkinkan ukuran lebih besar dan struktur lebih padat.

Perbedaan ini berpengaruh pada kesamaan desain serta jenis proyek yang dapat diselesaikan, mulai dari rumah sederhana hingga bangunan dengan volume ruang tinggi.

Dalam konteks tren, konsumen semakin mempertimbangkan nilai jangka panjang, seperti daya tahan, kemudahan perawatan, dan relevansi desain, bukan sekadar harga di awal.

Selain granit berformat besar, ROMAN juga memperkenalkan lini moZaik sebagai elemen dekoratif. Ukuran kecil seperti 2,5x10 cm dapat menjadi aksen pada backsplash dapur, dinding fitur, hingga lantai kamar mandi.

Jika granit besar memberikan kesan megah dan luas, mozaik menghadirkan detail dan karakter. Kombinasi keduanya mewakili tren desain masa kini, yakni harmoni antara bidang luas yang tenang dan aksen artistik yang ekspresif.

Sinergi antara ROMAN dan QUADRA menampilkan arah industri yang semakin terintegrasi, mulai dari mozaik kecil hingga lempengan besar dalam satu ekosistem desain.

“Sinergi antara ROMAN dan QUADRA adalah langkah strategis untuk menghadirkan ekosistem material finishing bangunan yang paling lengkap di Indonesia dalam satu kesatuan desain yang harmonis." tutur Willie Low .

Tren dekorasi rumah 2026 menampilkan ukuran besar dan efek visual inovatif menjadi elemen utama dalam desain modern. Namun dibalik itu, pertimbangan keamanan, kenyamanan, serta nilai jangka panjang tetap menjadi landasan.

Bahannya bukan lagi sekadar pelapis lantai atau dinding, melainkan bagian dari narasi gaya hidup. Hal ini mencerminkan bagaimana penghuni memaknai ruang secara luas, terang, aman, dan selaras dengan kebutuhan sehari-hari.