Ular Kobra Masuk Sekolah dan Rumah Warga, Tim Damkar Evakuasi dengan Aman
Sumber Foto: Jawa Pos
Radar Utama

Ular Kobra Masuk Sekolah dan Rumah Warga, Tim Damkar Evakuasi dengan Aman

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Kedatangan ular berbisa ke lingkungan manusia kembali terjadi. Di Palangka Raya seekor anak ular king cobra dengan corak belang hitam putih masuk ruang guru Sekolah Sahabat Alam, di Jalan Perintis Casadopa Induk, Sabtu (27/9).

Selain itu, ular Kobra berwarna hitam juga didapati di teras salah satu rumah warga di Perumahan Wengga, Samari 2, Kelurahan Madurejo, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), baru-baru tadi.

Tim Rescue Pemadam Kebakaran (Damkar) pun menjadi garda terdepan untuk mengevakuasi kehadiran binatang melata itu di kediaman warga tersebut.

Koordinator Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya Sucipto mengungkapkan, saat pihaknya datang ke Sekolah Sahabat Alam itu, ular sudah sempat diamankan ke dalam box plastik besar dan tebal oleh guru.

“Meski ukurannya masih tergolong anak, jenis ular king cobra belang hitam ini dikenal sangat berbisa dan agresif. Keberadaannya di lingkungan sekolah tentu menimbulkan kekhawatiran, mengingat banyaknya aktivitas anak-anak di sekitar lokasi,” ujarnya.

Pihaknya pun memindahkan ular itu dari box ke dalam karung khusus yang lebih aman dan sesuai standar penanganan hewan berbisa. Kemudian dibawa menjauh dari kawasan permukiman dan dilepasliarkan ke habitat alaminya yang aman dari aktivitas manusia.

"Keamanan siswa dan warga sekolah adalah prioritas. Namun, kami juga harus menjaga agar hewan seperti ular tetap berada di habitat alaminya, bukan dibunuh. Ini bagian dari edukasi dan perlindungan lingkungan juga," terang Sucipto.

Sementara itu di Pangkalan Bun, personel animal rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kobar berhasil mengamankan ular itu hanya dalam waktu 5 menit. Ukurannya terbilang kecil, dengan Panjang sekitar 80 sentimeter.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kobar Agus Dwi Suhartono mengungkapkan, keberadaan ular itu pertama kali diketahui oleh pemilik rumah yang baru datang. Ketika akan masuk ke teras ia melihat ada seekor ular.

Pemilik rumah langsung berlari ketakutan, dan masuk kedalam rumah untuk mengambil handphonenya dan kemudian menghubungi Mako Damkar.

"Ular sempat di cari oleh tim animal rescue dan ternyata sudah keluar dari halaman, kemudian langsung ditangkap dengan menggunakan stick grab. Ular dimasukan ke dalam karung untuk kemudian di rilis ke habitat aslinya yang jauh dari permukiman," pungkas Agus Dwi Suhartono. (daq/tyo/gus)