UMKM Desa Api-Api Tingkatkan Ekonomi Melalui Agrowisata di PPU
Sumber Foto: IniBalikpapan.Com
Ekonomi

UMKM Desa Api-Api Tingkatkan Ekonomi Melalui Agrowisata di PPU

Pelaku UMKM Desa Agrowisata Api-Api menunjukkan produk olahan dan camilan khas desa yang kini siap bersaing dan mendukung pengembangan wisata lokal di Penajam Paser Utara. Foto: PLN UID Kaltimra

PPU, inibalikpapan.com — Tiga tahun lalu, sebagian warga Desa Api-Api di Kecamatan Waru, Penajam Paser Utara, hanya menjual hasil kebun dan olahan rumahan dengan kemasan sederhana. Pasarnya terbatas, pembeli pun itu-itu saja. Kini, desa penyangga IKN itu mulai berubah wajah.

Perubahan mulai terasa saat UMKM di Desa Agrowisata Api-Api tidak lagi berdiri sendiri-sendiri. Produk pertanian, kuliner khas desa, hingga kerajinan tangan kini dikemas sebagai bagian dari daya tarik wisata Puncak Api-Api.

Setiap wisatawan yang datang, bukan hanya menikmati pemandangan, tetapi juga menjadi pembeli potensial produk warga.

“Sekarang UMKM sudah lebih siap mendukung wisata Puncak Api-Api. Produk lokal kami makin dikenal,” ujar Koordinator Pengembangan Usaha Agrowisata Puncak Api-Api, Nur Madinah.

Dulu warga hanya fokus menjual hasil panen. Kini mereka mulai membangun identitas dan kemasan produk yang lebih rapi, bahkan memanfaatkan pemasaran digital.

Baca Juga:

Satpol PP Balikpapan Pastikan Tanpa Sweeping Selama Ramadan, Kedepankan Pembinaan

Didampingi Agar Naik Kelas

Perubahan itu didorong melalui program TJSL Desa Berdaya dari PLN. Pendampingan dilakukan rutin, mulai dari manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, hingga strategi pemasaran.

General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menyebut pembinaan diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi desa yang mandiri.

Bukan sekadar pelatihan sekali selesai, tetapi pembinaan berkelanjutan agar UMKM bisa benar-benar naik kelas.

Letak Desa Api-Api yang berada di Kabupaten Penajam Paser Utara membuatnya menjadi bagian penting dari wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara. Artinya, pergerakan orang dan aktivitas ekonomi diprediksi terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Bagi warga, ini bukan hanya proyek nasional. Ini peluang nyata. Jika wisata Puncak Api-Api terus berkembang dan UMKM makin siap, Desa Api-Api berpotensi menjadi salah satu simpul ekonomi baru di PPU.

Yang berubah bukan hanya kemasan produk. Cara pandang warga terhadap usaha mereka juga ikut berubah. Dari sekadar jualan untuk kebutuhan harian, kini mulai membangun brand desa. Dari usaha rumahan kecil, menjadi bagian dari ekosistem wisata yang terintegrasi.

Jika konsistensi terjaga, Desa Api-Api tak hanya dikenal sebagai destinasi agrowisata di Penajam Paser Utara, tetapi juga contoh bagaimana desa penyangga IKN bisa tumbuh lewat kekuatan UMKM lokal.***

BACA JUGA

Sinopsis ‘Para Perasuk’ Karya Wregas Bhanuteja, Perjuangan Menyelamatkan Mata Air Suci di Desa

Sinopsis Film ‘Ghost in the Cell’ Karya Sutradara Joko Anwar, Masih Tayang di Bioskop Balikpapan

Alasan BGN Anggarkan Zoom Meeting Rp 5,7 Miliar Terungkap, Dadan: Untuk Koordinasi Program

KREDIT

BAGIKAN

Copy Link

Share 0

Rekomendasi

Sinopsis ‘Para Perasuk’ Karya Wregas Bhanuteja, Perjuangan Menyelamatkan Mata Air Suci di Desa

Sinopsis Film ‘Ghost in the Cell’ Karya Sutradara Joko Anwar, Masih Tayang di Bioskop Balikpapan

Alasan BGN Anggarkan Zoom Meeting Rp 5,7 Miliar Terungkap, Dadan: Untuk Koordinasi Program

BGN Anggarkan Paket Zoom Meeting MBG Sebesar Rp 5,7 M, Berlaku Sampai Akhir 2026

KPK Usul Capres hingga Kepala Daerah Wajib Kader Parpol, Tujuannya Agar Kurangi Risiko Korupsi

Perayaan Hari Musik Nasional 2026 di Balikpapan, Dorong Ekosistem Musik Lokal Kian Tumbuh