UMKM Tarakan Capai 26.517 Unit, Tumbuh Pesat Pasca Pandemi
Sumber Foto: Jurnal Borneo
Ekonomi

UMKM Tarakan Capai 26.517 Unit, Tumbuh Pesat Pasca Pandemi

TARAKAN — Posisi strategis Kota Tarakan sebagai kota transit di Kalimantan Utara turut mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Mobilitas orang dan barang yang tinggi menjadikan Tarakan sebagai pasar potensial bagi pelaku usaha, terutama di sektor perdagangan dan jasa.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DKUKMP) Kota Tarakan, Jumanto, melalui Kepala Bidang Koperasi dan UKM Ardiansyah, mengatakan status Tarakan sebagai pintu gerbang wilayah utara Kalimantan memberikan peluang ekonomi yang besar bagi pelaku UMKM lokal.

“Sebagai kota transit, Tarakan banyak disinggahi masyarakat dari kabupaten sekitar. Kondisi ini menjadi peluang bagi UMKM untuk berkembang, dan hal itu tercermin dari pertumbuhan jumlah pelaku usaha yang terus meningkat setiap tahun,” ujar Ardiansyah, Jumat (6/2/2026).

Berdasarkan data DKUKMP Kota Tarakan yang dihimpun dari kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), jumlah UMKM pada 2021 tercatat sebanyak 22.079 unit. Angka tersebut naik menjadi 22.295 unit pada 2022 dan melonjak signifikan pada 2023 hingga mencapai 26.200 unit usaha.

Sementara itu, hingga akhir 2024, jumlah UMKM di Kota Tarakan tercatat sekitar 26.517 unit yang telah mengurus perizinan melalui layanan perizinan terpadu. Tren peningkatan ini menunjukkan geliat ekonomi yang tetap terjaga, khususnya pascapandemi, seiring kemudahan pengurusan izin usaha dan meningkatnya kesadaran pelaku UMKM terhadap legalitas usaha.

Ardiansyah menambahkan, pertumbuhan UMKM tersebut sejalan dengan kinerja perekonomian Kota Tarakan secara umum. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi Tarakan tercatat mencapai 5,71 persen secara year on year (yoy), dengan sektor perdagangan, jasa, dan transportasi menjadi kontributor utama.

Meski demikian, Pemerintah Kota Tarakan menegaskan bahwa peningkatan jumlah UMKM harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dan daya saing produk. Ke depan, pembinaan akan difokuskan pada penguatan kapasitas pelaku usaha agar mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk peluang ekspor.