UNIMUDA Sorong Luncurkan Program Inovatif di Kampung Batu Lubang Pantai untuk Tingkatkan Keaksaraan Anak
Sorong – Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong meluncurkan program inovatif yang ditujukan untuk meningkatkan tingkat keaksaraan dasar anak-anak di Kampung Batu Lubang Pantai, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong. Program ini mengadopsi metode bermain experiential learning dengan fokus pada permainan tradisional sebagai alat pembelajaran utama.
Fuad Ardiansyah, S.Psi, M.Si, dosen Program Studi Psikologi UNIMUDA Sorong, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan sebelumnya di kampung tersebut. Dia menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah setempat dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan keaksaraan dasar.
“Metode bermain experiential learning menekankan pembelajaran melalui pengalaman langsung dan interaksi aktif dengan materi. Dalam konteks Kampung Batu Lubang Pantai, permainan tradisional menjadi sarana yang ideal untuk mengajarkan konsep-konsep dasar kepada anak-anak,” ujar Fuad.
Respon Positif dari Komunitas
Kepala Kampung Batu Lubang Pantai, Marinus, menyambut baik kehadiran UNIMUDA Sorong. Dia menyatakan bahwa semangat belajar anak-anak meningkat dan mereka terlihat lebih antusias selama kegiatan berlangsung.
“Kami sangat senang dengan program ini karena anak-anak kami antusias untuk belajar. Mereka dapat memahami konsep-konsep dasar pembelajaran dengan cara yang lebih menyenangkan melalui permainan tradisional,” ungkap Marinus.
Seorang guru di kampung tersebut, Ika, juga mencatat adanya perkembangan signifikan dalam pemahaman anak-anak terhadap pelajaran matematika dan bahasa. “Saya melihat perkembangan yang signifikan dalam pemahaman anak-anak tentang matematika dan bahasa. Mereka lebih termotivasi untuk belajar, dan yang terpenting, mereka merasa senang melakukannya,” katanya.
Harapan untuk Masa Depan
Program Pemberdayaan Masyarakat Kampung Batu Lubang Pantai diharapkan dapat menciptakan perubahan positif dalam tingkat keaksaraan dasar. Selain itu, penggunaan metode bermain experiential learning diharapkan dapat membantu mempertahankan warisan budaya dan tradisi lokal, sehingga anak-anak dapat menghargai nilai-nilai tradisional mereka.
Fuad menambahkan bahwa kesuksesan program ini sangat bergantung pada dukungan penuh dari pemerintah setempat, lembaga pendidikan, dan komunitas. Banyak sukarelawan dan pendidik lokal yang terlatih dalam metode bermain experiential learning turut andil dalam memandu anak-anak melalui permainan tradisional sambil memperkenalkan konsep-konsep dasar yang relevan.
“Kesuksesan program ini merupakan hasil kolaborasi yang baik. Tim Pengabdi UNIMUDA yang dipimpin oleh saya, Fuad Ardiansyah, bersama dua anggota tim lainnya, Muhamad Ali Kasri dan Abdulrahman Hatsama, serta dua mahasiswa, Nabilah Farah Fadilah dan Aulia Choirunnissa, berharap dapat membawa peningkatan signifikan dalam pendidikan dasar dan mempersiapkan generasi muda Kampung Batu Lubang Pantai untuk masa depan yang lebih cerah,” tutup Fuad.




