Wali Kota Probolinggo Tekankan Pentingnya Respons Cepat Terhadap Gangguan Keamanan
Kanigaran, InfoPublik – Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menegaskan pentingnya respons cepat dan tepat dalam menangani potensi gangguan keamanan.
“Sinergitas ini artinya bagaimana kita bisa merespons setiap kejadian yang mengganggu keamanan dan kondusivitas dengan cepat dan tepat sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang meluas atau tindakan anarkis,” ujar Aminuddin dalam kegiatan Sinergitas Forkopimda dalam rangka menjaga Kota Probolinggo tetap aman dan kondusif, di Puri Manggala Bhakti, pada Kamis (19/2/2026).
Sebagai langkah konkret memperkuat stabilitas, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kota Probolinggo akan menggelar pasar murah di sejumlah lokasi guna menjaga kestabilan harga bahan pokok.
Menurutnya, tujuan pemerintah adalah menjaga ketertiban, keamanan, kondusivitas, kesejahteraan, dan kebahagiaan masyarakat Kota Probolinggo.
Sementara itu, Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Rico Yumasri, memaparkan tiga jenis kejahatan yang menonjol sepanjang 2025, yakni tindak pidana terhadap perempuan dan anak, kejahatan jalanan (3C), serta narkoba. Meski sebagian mengalami penurunan, ketiganya tetap menjadi perhatian serius aparat.
Ia mengajak masyarakat berperan sebagai capable guardian dengan memperkuat pengawasan lingkungan, termasuk pemasangan CCTV serta aktif melapor kepada polisi RW atau Bhabinkamtibmas.
“Ramadan dan Idul Fitri memiliki potensi kerawanan seperti pencurian rumah kosong, penipuan hingga kejahatan jalanan. Mari kita perkuat pengawasan di lingkungan masing-masing dan tetap tertib berlalu lintas sebagai bagian dari citra Kota Probolinggo yang ingin naik kelas,” ujarnya.
Kajari Probolinggo, Lilik Setyawan, menekankan pentingnya pengawasan di pelabuhan, bandara, dan kantor pos guna mencegah perdagangan orang, peredaran barang terlarang, hingga ancaman terorisme melalui pembentukan posko pengawasan.
“Pengawasan di pelabuhan, bandara, dan kantor pos penting untuk mencegah potensi pelanggaran, mulai dari perdagangan orang hingga peredaran barang berbahaya,” jelasnya.
Sementara itu, Pabung Kodim 0820, Heri Hutomo, menyampaikan optimisme bahwa sinergitas Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat mampu menjaga Kota Probolinggo tetap aman, tertib, dan kondusif sepanjang 2026.
“Dengan sinergitas bersama Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat, saya optimistis Kota Probolinggo akan tetap aman dan kondusif,” tuturnya.




