Wali Kota Semarang Bersepeda Menyusuri Kali Semarang untuk Pantau Kebersihan
Semarang, 14 Mei 2023 - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang akrab disapa Mbak Ita, mengajak jajaran eselon II Pemerintah Kota Semarang untuk melakukan aktivitas bersepeda (gowes) di sekitar wilayah Kali Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau kondisi lingkungan secara langsung.
Dalam aktivitas tersebut, Mbak Ita bersepeda menyusuri aliran Kali Semarang, dimulai dari belakang Balai Kota Semarang menuju Kelenteng Tay Kak Sie yang terletak di kawasan Pecinan. Selama perjalanan, ia berhenti untuk berinteraksi dengan warga, mengambil foto bersama, serta membeli dagangan dari pedagang yang berada di sepanjang kali.
Mbak Ita menjelaskan, Kali Semarang merupakan wajah Kota Semarang yang membelah kawasan kota dengan permukiman. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan sungai. "Kali Semarang yang berkonsep waterfront city harus mengedepankan kebersihan," ujarnya.
Untuk meningkatkan kebersihan sungai, ia meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang untuk menyusun blue print drainase di setiap kelurahan yang dilalui Kali Semarang. Ia juga telah mengumpulkan para Lurah dan Camat untuk mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah ke sungai.
Mbak Ita mengingatkan bahwa permasalahan sampah dapat menjadi lebih serius saat musim hujan tiba, karena hal tersebut dapat menyebabkan banjir akibat debit air yang meningkat dari wilayah hulu. Selain itu, sampah juga dapat menyebabkan sedimentasi yang mengganggu aliran sungai. "Saya minta kepada Lurah untuk mengingatkan warganya agar tidak sembarangan membuang sampah ke sungai," imbuhnya.
Mengenai masalah sedimentasi di Kali Semarang, Pemkot melalui DPU akan melakukan pengerukan. Namun, ia mengakui adanya kendala berupa pulau-pulau beton di tengah sungai yang merupakan bekas fondasi lama. Pembersihan area ini masih dalam proses dan berbagai metode akan dicoba agar aliran sungai tidak terhambat.
Masalah lain yang dihadapi adalah adanya gulma atau tanaman liar di sepanjang Kali Semarang, yang dapat menghambat aliran air dan berpotensi menyebabkan limpasan saat musim hujan. "Kami akan menginventarisir dan melakukan pembenahan sungai selama musim kemarau, sehingga air sungai tetap bersih, dan warga diharapkan untuk tidak membuang sampah sembarangan," jelasnya.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Yudi Wibowo, menegaskan perlunya peran aktif masyarakat dalam menjaga keindahan kota. Ia menyatakan, arahan dari Wali Kota agar para pejabat mulai dari RT, RW, Lurah, hingga Camat berperan dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai sebagai bagian dari identitas Kota Semarang.
Yudi menambahkan bahwa sampah yang dibuang sembarangan dapat menumpuk di muara dan menyebabkan berbagai masalah, termasuk banjir dan pencemaran. "Edukasi kepada masyarakat sangat penting, agar mereka memiliki rasa memiliki terhadap lingkungan," ujarnya. Ia juga mengusulkan penegakan peraturan daerah (Perda) sebagai upaya memberikan efek jera bagi mereka yang membuang sampah sembarangan, termasuk penerapan denda.




