Xabi Alonso Menolak Tawaran Marseille demi Stabilitas Karier
Sumber Foto: Warta Bulukumba
Internasional

Xabi Alonso Menolak Tawaran Marseille demi Stabilitas Karier

Warta Bulukumba - Malam di Donostia yang dingin namun kemungkinan layar ponsel tetap menyala. Nama klub besar Eropa muncul di ujung panggilan. Situasinya genting. Kursi pelatih kosong. Proyek baru menanti. Namun jawaban yang diberikan singkat. Tidak. Xabi Alonso, yang masih tanpa klub sejak dipecat Real Madrid usai kekalahan di final Supercopa de España awal 2026, memilih menunda kepulangannya ke bangku pelatih.

Menurut laporan RMC Sport, klub yang dimaksud adalah Olympique de Marseille. Tawaran datang cepat setelah pemecatan Roberto De Zerbi menyusul krisis performa. Namun penolakan Alonso juga tak kalah cepat.

Pemecatan Alonso di Madrid terjadi dalam konteks tekanan tinggi. Harapan publik dan manajemen begitu besar ketika ia digadang-gadang sebagai penerus alami era Carlo Ancelotti. Namun sepak bola elite tidak memberi waktu panjang untuk adaptasi.

Kekalahan di final Supercopa menjadi titik balik. Presiden Florentino Pérez mengambil keputusan tegas. Alonso pun harus menerima kenyataan pahit: proyek impian berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan.

Situasi di Marseille dinilai memiliki aroma ketidakstabilan serupa. Klub Ligue 1 itu tengah dilanda gejolak internal. Mundurnya direktur olahraga Mehdi Benatia, konflik manajerial, hingga campur tangan pemilik Frank McCourt menciptakan atmosfer yang jauh dari tenang.

Bagi pelatih yang baru saja keluar dari tekanan ekstrem, memilih lingkungan stabil adalah pertimbangan rasional.