BYD Atto 3: SUV Listrik Populer dengan Keunggulan dan Tantangan
Sumber Foto: Lamongan Terkini
Lifestyle

BYD Atto 3: SUV Listrik Populer dengan Keunggulan dan Tantangan

Radar News - LamonganTerkini.com - BYD Atto 3 masih menjadi salah satu SUV listrik C-segment paling populer di Indonesia pada tahun 2026. Desain khas “Dragon Face 3.0” dan kabin bergaya eksentrik membuat mobil ini mudah dikenali di jalan, sekaligus memancing pro dan kontra di kalangan konsumen.

Per Februari 2026, BYD menghadirkan beberapa varian Atto 3 untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Varian Advanced Standard dipasarkan dengan estimasi harga Rp390.000.000 (OTR Jakarta) dengan jarak tempuh 410 km (NEDC). Lalu hadir Advanced Plus yang dibanderol sekitar Rp415.000.000 dengan jarak tempuh serupa. Untuk varian Superior Extended Range, harganya mencapai Rp520.000.000 dengan klaim jarak tempuh 480 km (NEDC).

Salah satu daya tarik utama Atto 3 terletak pada teknologi Blade Battery berbasis LFP. Baterai ini diklaim lebih aman dari risiko terbakar serta memiliki siklus hidup lebih panjang dibandingkan baterai NMC konvensional. Teknologi ini menjadi salah satu alasan kuat mengapa Atto 3 cukup dipercaya di segmen SUV listrik menengah.

Dari sisi performa, tenaga sekitar 204 hp dan torsi 310 Nm membuat akselerasi 0-100 km/jam dapat dicapai dalam waktu sekitar 7,3 detik. Tarikan instan khas mobil listrik terasa responsif, terutama saat melaju di dalam kota. Suspensinya pun disetel cenderung empuk, sehingga nyaman saat melintasi jalan bergelombang.

Fitur hiburan menjadi nilai jual lain. Layar sentuh 12,8 inci atau 15,6 inci pada varian tertentu bisa berputar otomatis dari posisi horizontal ke vertikal. Sistem audio 8-speaker dinilai cukup memadai untuk penggunaan harian. Selain itu, terdapat fitur V2L yang memungkinkan mobil berfungsi sebagai sumber listrik untuk perangkat eksternal.

Meski begitu, ada sejumlah kekurangan yang kerap dikeluhkan pengguna. Salah satunya adalah masalah baterai 12V atau aki pendukung sistem elektronik. Beberapa laporan menyebut aki bisa drop ketika mobil jarang digunakan atau terjadi gangguan pada sistem pengisian dari baterai utama, sehingga mobil tidak dapat dinyalakan meski baterai besar masih terisi.

Visibilitas ke belakang juga menjadi sorotan. Pilar C yang tebal serta kaca belakang yang relatif kecil membuat pandangan melalui spion tengah kurang maksimal. Pengemudi akhirnya lebih mengandalkan kamera 360 derajat saat parkir atau bermanuver di ruang sempit.

Desain interior bertema gym atau fitness juga tidak selalu diterima semua kalangan. Detail seperti senar di pintu dan handle berbentuk unik dianggap terlalu berani bagi konsumen yang menyukai desain kabin minimalis. Selain itu, sistem infotainment terkadang mengalami lag ketika menjalankan banyak aplikasi sekaligus, meski pembaruan perangkat lunak melalui OTA diklaim mampu memperbaiki sebagian bug.