Radar News - Membangun Kementerian Perindustrian dan Perdagangan digital yang beroperasi di atas platform berbasis data.
Transformasi digital menjadi tren yang tak terhindarkan dan kekuatan pendorong penting untuk meningkatkan kapasitas tata kelola nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kualitas layanan bagi warga dan bisnis. Dalam konteks ini, penerbitan Rencana Transformasi Digital periode 2026-2030 oleh Kementerian Perindustrian dan Perdagangan bukan hanya langkah konkret dalam mengimplementasikan kebijakan Partai dan Negara, tetapi juga menunjukkan tekad kuat industri untuk membangun sistem tata kelola modern berbasis data dan teknologi digital.
Secara spesifik, pada tanggal 9 Maret 2026, Wakil Menteri Nguyen Sinh Nhat Tan menandatangani Keputusan No. 405/QD-BCT tentang Rencana Transformasi Digital Kementerian Perindustrian dan Perdagangan untuk periode 2026-2030. Tujuan keseluruhan dari Rencana ini adalah untuk membangun Kementerian Perindustrian dan Perdagangan yang digital, di mana semua kegiatan manajemen dan operasional didasarkan pada data dan teknologi digital. Prosedur administrasi disederhanakan, dan layanan publik diberikan dengan kualitas, kenyamanan, dan transparansi yang lebih tinggi bagi warga dan pelaku usaha.
Fokus utama dari rencana ini adalah untuk mendorong pengembangan ekonomi digital agar menjadi penggerak pertumbuhan utama sektor Industri dan Perdagangan. Bersamaan dengan itu, dibangunlah masyarakat digital yang berkembang ke arah yang beradab, aman, dan inklusif, memastikan bahwa semua segmen masyarakat memiliki kesempatan untuk mengakses dan memperoleh manfaat dari pencapaian transformasi digital.
Dalam proses ini, pengembangan pemerintahan digital di sektor industri dan komersial ditempatkan sebagai pusat perhatian, dengan tujuan meningkatkan efisiensi manajemen negara, meningkatkan transparansi, dan meningkatkan kapasitas pelayanan lembaga pengelola.
Tujuan spesifik dikaitkan dengan "kepuasan" warga dan bisnis.
Seperti yang terlihat, Rencana Transformasi Digital Kementerian Perindustrian dan Perdagangan untuk periode 2026-2030 tidak hanya menetapkan tujuan spesifik tetapi juga menciptakan peta jalan yang jelas untuk membangun sistem tata kelola yang modern, transparan, dan efisien.
Secara khusus, terkait tujuan pengembangan pemerintahan digital dan peningkatan efisiensi manajemen negara, rencana tersebut menetapkan target minimum yang harus dicapai, seperti: Dalam hal penyediaan layanan digital yang inklusif dan cerdas, beberapa target dasar dibagi menjadi beberapa tahapan. Pada periode 2026-2027, pertama dan terpenting, memastikan bahwa 100% prosedur administrasi yang memenuhi syarat dilakukan secara daring di seluruh proses. Bersamaan dengan itu, mencapai 100% informasi, dokumen, dan materi dalam prosedur administrasi yang berkaitan dengan produksi dan bisnis hanya perlu diberikan sekali kepada instansi negara. Selain itu, 100% layanan publik daring yang penting harus menerapkan AI setidaknya pada satu tahap (penerimaan, pemrosesan, dukungan, atau pengambilan keputusan) untuk meningkatkan efisiensi layanan. Berupaya mencapai kepuasan 95% di antara warga dan pelaku usaha saat menggunakan layanan tersebut.
Selama periode 2028-2030, tujuannya adalah untuk meningkatkan tingkat kepuasan warga dan bisnis hingga 99%. Penerapan AI akan diperluas hingga 100% layanan publik daring. Secara khusus, 50% layanan publik penting akan diimplementasikan secara proaktif.
Terkait data, tujuannya adalah agar 70% data terbuka dimanfaatkan secara efektif, berkontribusi pada setidaknya 30 inisiatif inovatif atau produk dan layanan ekonomi. Sasarannya adalah menyelesaikan digitalisasi 100% catatan dan hasil prosedur administrasi, memastikan penggunaan kembali data ini secara komprehensif. Terakhir, sangat penting untuk memastikan bahwa 100% aplikasi dan platform sebagaimana diatur dalam Keputusan No. 33/2025/QD-TTg diimplementasikan pada jaringan transmisi data khusus.
Terkait manajemen, pengarahan, dan pengoperasian berbasis data yang cerdas dan aman, target utama untuk periode 2026-2027 meliputi implementasi tata kelola internal elektronik untuk 100% prosedur administrasi internal Kementerian. Menyelesaikan dan menggunakan 100% platform digital nasional dan platform bersama di seluruh industri sesuai rencana. Meningkatkan kapasitas tata kelola data ke level 3. Berfokus pada pelatihan keterampilan digital dasar untuk 100% pejabat, pegawai negeri sipil, dan karyawan; dengan 50% spesialis TI diwajibkan untuk memperoleh sertifikasi tata kelola data dasar…
Untuk mencapai tujuan pengembangan ekonomi digital, peningkatan daya saing, dan pendorong pertumbuhan, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan berfokus pada pengembangan e-commerce. Di sektor e-commerce, targetnya adalah sekitar 70% penduduk dewasa berpartisipasi dalam belanja online pada tahun 2030. Penjualan ritel e-commerce diperkirakan akan tumbuh 20-30% setiap tahun dan menyumbang sekitar 20% dari total penjualan ritel nasional. Secara bersamaan, sekitar 70% bisnis akan menerapkan e-commerce dalam operasional mereka, dan 100% transaksi akan dilakukan dengan faktur elektronik. Penekanan akan diberikan pada upaya mempersempit kesenjangan dengan meningkatkan nilai transaksi e-commerce di daerah-daerah di luar Hanoi dan Ho Chi Minh City hingga 50%. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa 60% kecamatan memiliki bisnis online…