Pengakuan Identitas Islam Meningkat di Frankfurt Selama Ramadan
Radar News - PORTAL LEBAK – Kemeriahan Ramadan di Frankfurt dalam dua tahun terakhir menunjukkan pertanda positif, yaitu semakin meningkatnya pengakuan publik akan keberadaan umat Islam di Jerman.
Alhasil, The Lead Institute Universitas Paramadina menyelenggarakan webinar berjudul "ISLAM DI JERMAN: Menjadi Muslim, Perempuan, dan Minoritas" pada malam Minggu 22 Februari 2026.
Kegiatan ini didukung oleh The Lead Institute Universitas Paramadina dan berkolaborasi dengan Maha Indonesia, Pray Foundation, dan Pratita Foundation sebagai bagian dari program Ramadan 2026 dengan tema besar "Cahaya Islam Lintas Benua".
Webinar dimulai dengan pembacaan tilawah oleh mahasiswa Filsafat Paramadina, Hasbin Najib, dan disusul dengan saritilawah dari Nurma Syelin Komala, yang dipandu oleh Ustadz Dida Darul Ulum, peneliti di The Lead Institute Universitas Paramadina.
Dalam webinar ini, sosok guru muslimah, Dounia Schuler Barkok, mencurahkan pengalamannya sebagai umat Islam di Jerman, tepatnya di Frankfurt, pusat Eropa.
Suasana gembira saat Ramadan 1446 Hijriah atau 2026 Masehi di Jerman ternyata sama meriahnya dengan suasana bulan puasa yang ada di Indonesia.
Tahun ini adalah tahun kedua bagi kota besar seperti Frankfurt menghiasi jalan-jalan dengan lampu yang bertuliskan “ Ramadan Kareem”, sebuah tradisi yang biasanya hanya terlihat saat perayaan Natal.




