STOXX 600 Tertekan, Sektor Semikonduktor dan Kesehatan Melemah
Sumber Foto: Rmol.id
Internasional

STOXX 600 Tertekan, Sektor Semikonduktor dan Kesehatan Melemah

Radar News - Pasar saham Eropa gagal mempertahankan momentum penguatannya pada perdagangan Kamis 26 Februari 2026 waktu setempat.

Meski sempat mencetak rekor intraday tertinggi sepanjang masa di awal sesi, indeks pan-Eropa STOXX 600 akhirnya ditutup melemah tipis 0,05 persen atau 0,29 poin ke level 633,18. Penurunan ini utamanya dipicu oleh aksi jual di sektor kesehatan dan teknologi.

Berbeda dengan indeks acuan regional, bursa-bursa besar di negara utama justru mampu berakhir di zona positif.

Indeks DAX Jerman menguat 0,45 persen ke level 25.289,02. FTSE 100 Inggris juga bertambah 0,37 persen menjadi 10.846,70. Sedangkan CAC 40 Prancis mendulang keuntungan 0,72 persen menjadi 8.620,93.

Sektor kesehatan memimpin penurunan dengan koreksi sebesar 1 persen. Sementara itu, sektor teknologi merosot 0,5 persen, terbebani oleh rontoknya saham-saham semikonduktor seperti ASML, ASM, dan BE Semiconductor yang masing-masing anjlok sekitar 4 persen.

Sentimen negatif ini mengekor pelemahan saham cip di Amerika Serikat. Meskipun raksasa AI, Nvidia, merilis proyeksi yang optimis, pasar tampaknya mulai bersikap skeptis terhadap efisiensi belanja modal besar-besaran perusahaan teknologi dibandingkan dengan pengembalian investasi (ROI) yang dihasilkan.

Meski dibayangi aksi jual di sektor teknologi, sejumlah laporan keuangan emiten yang solid berhasil membatasi kejatuhan pasar lebih dalam

Sektor Industri dan pertahanan berhasil menguat berkat saham Rolls-Royce yang melonjak 3,2 persen. Lonjakan ini setelah proyeksi pertumbuhan kuat pada laba 2025 yang melesat 40 persen.

Saham Schneider Electric naik 3 persen didorong permintaan pusat data.

Di sektor pertahanan, saham Indra meroket 21 persen, dan menjadi top gainer di STOXX 600.

Saham London Stock Exchange Group (LSEG) juga melambung 9 ersen menyusul rencana buyback saham.

Dari sudut pandang kebijakan, Presiden ECB Christine Lagarde memberikan catatan bahwa meskipun otomatisasi AI terus berkembang, sejauh ini belum terjadi fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang signifikan di kawasan tersebut.

BACA JUGA:

STOXX dan DAX Terbang, Investor Borong Saham Bank dan Semikonduktor

Bursa Eropa Menguat Tipis, Saham Chip Terkoreksi

EDITOR: RENI ERINA

TAGS

EROPA

STOXX 600

DAX

ROLLS-ROYCE

< SEBELUMNYA

RI Impor Emas 2,5 Ton pada April 2026, Australia jadi Pemasok Terbesar

BERIKUTNYA >

Pertamina Dorong Kemandirian Desa Keliki Lewat Program DEB

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.

Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA

Bisnis

PLN Siap Suplai Listrik Andal untuk Ekspansi BDx

Bisnis

Impor Migas RI Meroket 82,5 Persen, Dipasok dari Nigeria Hingga Malaysia

Bisnis

Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional dan Eksekusi Transformasi

Bisnis

Inflasi Mei 2026 Tembus 3,08 Persen, BPS Ungkap Biang Keroknya

Bisnis

Update Bapok Awal Juni: Minyak Goreng Kemasan Rp24.050/Kg, Cabai Rawit 73.950/Kg

Bisnis

Emas Antam Merosot Rp25.000, Turun ke Level Rp2,7 Juta per Gram