Aksi Massa di Riau: Indikasi Melemahnya Kepercayaan Publik
Radar News - Sejumlah aksi massa yang terjadi di Riau, khususnya di Panipahan dan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir, serta Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, mencerminkan keresahan sosial masyarakat terkait dugaan peredaran narkoba dan gangguan keamanan. Pengamat hukum menilai kejadian ini sebagai indikasi melemahnya kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
Awal Kejadian
Aksi-aksi warga di Riau didorong oleh ketidakpuasan terhadap kondisi sosial yang dianggap tidak ditangani secara efektif oleh aparat penegak hukum. Kejadian-kejadian ini tidak hanya bersifat spontan, melainkan merupakan reaksi terhadap situasi yang telah berlangsung cukup lama.
Perkembangan
Pengamat hukum, Erdiansyah, S.H., M.H., menekankan bahwa kemarahan masyarakat tidak dapat menjadi justifikasi untuk tindakan anarkis seperti perusakan atau kekerasan. Ia menjelaskan bahwa tindakan tersebut justru dapat menimbulkan permasalahan hukum baru, seperti tindak pidana kekerasan dan pengrusakan.
Kondisi Terakhir
Erdiansyah menegaskan pentingnya aparat penegak hukum untuk tidak hanya menindak warga yang terlibat aksi massa, tetapi juga untuk memahami akar permasalahan yang memicu aksi tersebut. Jika masyarakat merasa laporan mereka tidak ditanggapi, hal ini dapat mengakibatkan lemahnya kepercayaan publik terhadap sistem hukum.




