Ambisi untuk Eropa yang Lebih Kuat
Internasional

Ambisi untuk Eropa yang Lebih Kuat

Radar News - Negara-negara anggota NATO di Eropa berupaya meningkatkan keamanan mereka menyusul penarikan bertahap pasukan Amerika Serikat dari benua tersebut. Upaya ini mencakup peningkatan pengeluaran pertahanan sebesar $634 miliar pada tahun 2026, yang merupakan kenaikan 11% dari tahun sebelumnya, serta perluasan produksi senjata dan penyederhanaan program pengadaan.

Awal Kejadian

Pada KTT Ankara, Eropa mendorong NATO untuk mengadopsi dua inisiatif penting. Inisiatif pertama adalah "NATO Engine", sebuah jaringan yang menghubungkan produsen dan pabrik untuk mempercepat produksi senjata dengan memanfaatkan fasilitas yang ada. Inisiatif kedua, "Pintu Depan NATO untuk Industri", adalah platform digital yang memudahkan produsen senjata mengakses katalog pengadaan dan peluang kolaborasi di dalam NATO.

Perkembangan

NATO memasuki fase pertama revolusi industri pertahanannya dengan fokus pada kemampuan serangan jarak jauh, modernisasi pertahanan udara, dan sistem otonom. Eropa berkomitmen untuk memprioritaskan produksi dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada pengadaan dari luar kawasan, terutama dari AS, Israel, dan Korea Selatan.

Menjelang KTT Ankara, Eropa mengumumkan perjanjian produksi dan pengadaan pertahanan senilai sekitar 50 miliar dolar AS, termasuk sistem peringatan dini, kapal selam, sistem pertahanan rudal Patriot, dan amunisi. Salah satu kontrak penting adalah pemilihan grup pertahanan Swedia, Saab, untuk mengembangkan pesawat pengintai baru yang akan menggantikan armada sistem peringatan dini AWACS yang ada.

Sebelumnya, ada rencana untuk mengganti AWACS dengan pesawat buatan AS, Boeing E-7. Namun, Eropa mempercepat modernisasi sistem AWACS dengan 10 sistem Saab GlobalEye, yang berbasis pada jet komersial Bombardier Global 6500. Setiap sistem berharga antara $400 hingga $450 juta, dengan pengiriman dimulai paling cepat pada tahun 2030.

Inggris bergabung dengan 12 sekutu Eropa lainnya untuk meluncurkan inisiatif "Deep Precision Strike" yang bertujuan mengembangkan kemampuan menyerang target akurat pada jarak hingga 2.000 km. Selain itu, anggota NATO Eropa juga bekerja sama dalam pengembangan prototipe amunisi artileri 155mm standar NATO, yang dikenal sebagai "Amunisi Tembakan Tidak Langsung Standar NATO".

Kondisi Terakhir

Berkaitan dengan perkembangan teknologi peperangan modern, NATO mengumumkan inisiatif "UAV Shield" dengan investasi sekitar $40 miliar selama lima tahun untuk mengembangkan tindakan penanggulangan terhadap UAV. Selain itu, negara-negara Eropa juga merencanakan penciptaan armada bersama pesawat Airbus A400M untuk memenuhi kebutuhan logistik, termasuk transportasi udara dan pemadam kebakaran.

You can share this post!