Radar News - Film horor berjudul 'Suster Maria dan Kutukan' akan diproduksi di Kalimantan Timur, mengangkat kisah urban legend lokal sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kearifan budaya daerah dan mendorong perkembangan industri perfilman.
Proyek film ini diperkenalkan dalam peluncuran Rumah Digital Entertainment di Temindung Creative Hub, Samarinda. Rumah Digital Entertainment dibentuk sebagai wadah bagi talenta muda Kaltim untuk mengembangkan kemampuan di bidang seni peran dan produksi film.
Ketua Rumah Digital Entertainment, Imade Susanti, menyatakan bahwa 'Suster Maria dan Kutukan' merupakan proyek perdana yang melibatkan aktor dan aktris asal Kalimantan Timur. Pengambilan gambar direncanakan di Balikpapan, Kutai Kartanegara, dan Desa Muara Muntai, dengan syuting dimulai pada akhir September 2026. Selain film, pihaknya juga membuka kelas akting untuk semua usia, yang akan melibatkan peserta dalam produksi film pendek.
Produser film, Syaiful HR, menjelaskan bahwa cerita ini terinspirasi dari urban legend tentang seorang perempuan yang dibunuh oleh tentara Jepang di Balikpapan pada tahun 1940-an. Ia menekankan pentingnya menghadirkan karya yang mengangkat identitas dan budaya lokal untuk mengembangkan industri perfilman di Kalimantan Timur.