Radar News - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah memperkenalkan fitur pemantauan kelistrikan melalui kode singkat yang dapat digunakan oleh pelanggan kWh meter prabayar. Dengan 7.118.604 pelanggan kWh meter prabayar, PLN berupaya meningkatkan kemudahan layanan dan edukasi mengenai penggunaan energi listrik.
Kenaikan jumlah pelanggan kWh meter prabayar yang mencapai sekitar 51% dari total 13.957.921 pelanggan mendorong PLN untuk lebih aktif dalam memberikan informasi mengenai fitur-fitur pada kWh meter prabayar.
Pelanggan kini dapat dengan mudah memperoleh informasi terkait kondisi kelistrikan di rumah dengan memasukkan kombinasi angka tertentu pada keypad kWh meter prabayar. General Manager PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, menyatakan bahwa fitur short code ini dirancang untuk membantu pelanggan memantau sisa token dan kondisi kelistrikan secara mandiri. Beberapa kode yang dapat digunakan antara lain: 37 untuk mengetahui sisa token, 41 untuk melihat tegangan listrik, dan 44 untuk mengetahui arus listrik yang digunakan.
PLN juga mengingatkan pelanggan untuk menjaga KWh meter dan tidak mengutak-atik alat tersebut demi keselamatan serta keakuratan pengukuran. Jika terjadi masalah pada KWh meter, pelanggan diimbau untuk melaporkan melalui layanan PLN 123 atau aplikasi PLN Mobile untuk penanganan lebih lanjut.