AS Bangun Radar Over The Horizon di Palau untuk Pantau Aktivitas Cina di Pasifik Barat
Sumber Foto: Indomiliter.com
Pantau Radar

AS Bangun Radar Over The Horizon di Palau untuk Pantau Aktivitas Cina di Pasifik Barat

Amerika Serikat melanjutkan langkah penguatan kemampuan pemantauan di Pasifik Barat dengan menyiapkan pembangunan radar jarak jauh over the horizon di Palau, negara kepulauan yang lokasinya tidak jauh dari Guam. Sistem ini ditujukan untuk mendukung pemantauan berkelanjutan terhadap aktivitas udara dan maritim, termasuk pergerakan armada Cina di kawasan tersebut.

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya dinamika keamanan di kawasan, setelah serangkaian aksi saling provokasi antara AS dan Cina. Dalam perkembangan terbaru yang disorot, untuk pertama kalinya kelompok kapal induk Liaoning dilaporkan mendekati perairan sekitar Guam. AS menilai Guam menjadi salah satu titik yang berpotensi menjadi incaran dalam strategi serangan militer jarak jauh.

Radar ditempatkan di Palau, bukan di Guam

Meski terkait dengan upaya perlindungan Guam, penempatan radar over the horizon (OTHR) tidak dilakukan di Guam, melainkan di Palau. Karena memiliki jangkauan jauh, OTHR dapat membantu memantau aktivitas di wilayah yang lebih luas dibanding radar konvensional.

Progres penyebaran radar jarak jauh baru untuk Angkatan Udara AS disebut sedang berjalan, seiring dorongan Pentagon untuk meningkatkan kemampuan ofensif dan defensif di Pasifik Barat.

Jenis radar: TACMOR

Radar yang akan digelar adalah TACMOR (Tactical Mobile Over-the-Horizon Radar). Stasiun sensor radar ini akan dipasang di Pulau Palau dan diharapkan meningkatkan kesadaran situasi (situational awareness) pada domain udara dan maritim bagi pasukan AS dan sekutunya di kawasan tersebut.

Kontrak dan target penyelesaian

Departemen Pertahanan AS mengumumkan pada 28 Desember 2022 bahwa pihaknya memberikan kontrak senilai US$118,4 juta kepada Federal Gilbane. Kontrak itu mencakup pembangunan landasan dan pondasi beton bertulang untuk mendukung pemasangan peralatan TACMOR di Palau.

Pengerjaan fasilitas TACMOR ditargetkan selesai pada Juni 2026.

Gambaran kemampuan radar over the horizon

Informasi tentang TACMOR di luar dokumen Departemen Pertahanan disebut masih terbatas. Namun, secara umum OTHR dikenal mampu mendeteksi target pada jarak ekstrem di luar “cakrawala radar”. Pada radar konvensional, jangkauan deteksi dibatasi kelengkungan bumi dan ketinggian operasi. OTHR dirancang untuk mengatasi batasan tersebut, meski tetap memiliki sejumlah kelemahan.

OTHR banyak dikerahkan pada era Perang Dingin sebagai bagian dari ekosistem peringatan dini, lalu dinilai kurang relevan untuk beberapa aplikasi setelah periode itu berakhir. Dalam beberapa waktu terakhir, sistem ini kembali mendapat perhatian seiring perubahan geopolitik, kemajuan daya komputasi, serta nilai guna yang ditawarkan.

Contoh OTHR: Jindalee milik Australia

Sebagai ilustrasi, Australia mengoperasikan OTHR Jindalee yang mengandalkan refleksi sinyal ke lapisan ionosfer. Sistem ini berkembang menjadi jaringan beberapa radar yang dikenal sebagai Jindalee Operational Radar Network (JORN), dengan jangkauan yang ditaksir mencapai 3.000 kilometer ke sisi utara dan barat Australia. Cakupannya disebut dapat memantau area luas, termasuk hingga mencakup sebagian besar wilayah Indonesia.