BMKG Akan Bangun Radar Pendeteksi Tsunami di Pantai Pariaman pada Agustus 2025
Sumber Foto: ANTARA News Sumbar
Pantau Radar

BMKG Akan Bangun Radar Pendeteksi Tsunami di Pantai Pariaman pada Agustus 2025

Pariaman, Sumatera Barat - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merencanakan pembangunan High-Frequency Radar di Pantai Anas Malik, Kota Pariaman, yang akan dilaksanakan pada Agustus 2025. Radar ini dirancang khusus untuk mendeteksi tsunami serta memantau arus laut, cuaca, dan lokasi kumpulan ikan di laut.

Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pariaman, Radius Syahbandar, menjelaskan bahwa keberadaan radar ini sangat penting. Dengan alat tersebut, masyarakat dapat mengetahui adanya gelombang tsunami dan perkiraan waktu kedatangan gelombang tersebut ke pantai. Sebelumnya, ketika terjadi gempa di laut, BMKG hanya dapat memberikan peringatan potensi tsunami, yang mengharuskan masyarakat untuk segera mengevakuasi diri.

"Dengan radar ini, kami dapat memberikan informasi yang lebih jelas tentang kemungkinan tsunami," ujar Radius.

Selain fungsinya dalam mitigasi bencana, radar ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama para nelayan, dengan memberikan informasi tentang lokasi ikan. Pemasangan radar akan dilakukan di tepi pantai, dengan panjang lahan mencapai 300 meter, serta bangunan dengan luas yang cukup untuk menyimpan peralatan dan sumber daya lainnya.

Namun, lokasi pembangunan radar ini berada di kawasan pantai yang merupakan salah satu objek wisata unggulan di Pariaman, sehingga memicu penolakan dari beberapa pedagang lokal yang khawatir akan terganggu. Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Lohong, Eri Gustian, menyatakan bahwa meskipun ada penolakan dari warga yang terdampak, banyak yang mendukung proyek ini sebagai langkah positif untuk evakuasi saat bencana. Ia menambahkan bahwa permasalahan terkait penolakan telah diselesaikan, dengan warga yang menolak pembangunan membuka gazebo mereka secara mandiri.