Tanggapan Pengacara Terkait Potensi Pembukaan Kasus Unlawful Killing di KM 50
Sumber Foto: Liputan6.com
Sinyal Peristiwa

Tanggapan Pengacara Terkait Potensi Pembukaan Kasus Unlawful Killing di KM 50

Kasus unlawful killing yang melibatkan enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek kembali menjadi sorotan. Hal ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat antara anggota Komisi III DPR RI dengan Kapolri di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Rabu, 24 Agustus 2022.

Anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra, Romo Muhammad Syafi'i, mengungkapkan bahwa kasus ini masih menyimpan banyak misteri, terutama terkait dengan hilangnya barang bukti. Ia menyoroti kerusakan CCTV di lokasi kejadian dan penghilangan Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dianggapnya mencurigakan. "CCTV rusak, tapi nggak ada penjelasan, lokasi dihilangkan sekarang. Saya lihat kemarin sudah di-backhoe semuanya. Ini semuanya penghilangan alat bukti. Ini sesuatu yang saya kira bertentangan dengan tata cara penanganan kasus di tubuh kepolisian," ujar Romo.

Senada dengan itu, Achmad Dimyati Natakusumah, anggota Komisi III dari Fraksi PKS, mempertanyakan penggunaan istilah unlawful killing. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut jelas merupakan pembunuhan yang dilakukan oleh petugas. "Kita flashback, Pak, kejadian pembunuhan tahun sebelumnya, sebelum Pak Sigit jadi Kapolri terjadi tuh, yaitu unlawful killing. Ini ada istilah baru nih, dulu ada istilah, kaget saya, istilah apa lagi unlawful killing KM 50 yang sudah kita lihat bagaimana persoalan itu terjadi, terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh petugas," jelas Dimyati.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Desmond J Mahesa, juga menyoroti dampak kasus ini terhadap citra Polri. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terkait dugaan adanya pola penutupan kasus yang melibatkan institusi kepolisian. "Ada apa kok institusi terlibat sebanyak ini, ada kesan geng-gengan. Ada kesan kebiasaan untuk tutup kasus per kasus. Saya diingatkan kasus KM50, kesannya dikeroyok, ditutup. KM50 kan bicara novum," ungkap Desmond.

Kasus KM 50 menjadi penting untuk ditelusuri lebih lanjut, mengingat banyaknya ketidakjelasan yang menyelimuti insiden tersebut.